Amaliah Pengendali Marah

18 05 2010

Pernah suatu ketika pada majelis pengajian agama di Sekumpul Martapura oleh Al-Arif Billah Guru Sekumpul ( Muhammad Zaini bin Abdul Ghani ). Beliau mengatakan kepada murid-murid beliau ada sebuah amalan yang apabila diamalkan akan membuat orang yang mengamalkan menjadi orang yang tidak pemarah. Amalan tersebut ialah setelah Sholat Ashar membaca Surah Al-Insyiroh (Alam nasyroh….) sebanyak 3x atau 5x atau 7x.

Iklan




Dunia? Akherat?

17 05 2010

Hidup di dunia ini hanya sementara, umur manusia kalau mengikuti umur Rasulullah SAW sekitar 63 tahun. Kehidupan yang sebenarnya adalah di akhirat kelak. Setiap manusia pasti akan mati, dan mereka akan mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan di dunia ini. Kita sebagai manusia sedikit banyaknya tentu punya masalah dengan manusia yang lain. Jika permasalahan kita tidak selesai di dunia maka di akhirat kelak penyelesaiannya, kalau kita zholim pada sesama, maka kita akan mendapatkan balasannya juga nanti.

Wahai saudaraku jika kita menyadari betapa sebentarnya kehidupan di dunia ini dibandingkan dengan akherat tentunya kita tidak akan terlalu mementingkan keperluan dunia kita. Karena akan ada hari dimana kita akan mempertanggung jawabkannya. Kita sering melihat manusia saling bersengketa, padahal kalau difikir-fikir mereka mempersengketakan sesuatu yang akan menghalang-halangi kebahagiaannya di akherat.

Betapa lapangnya mereka yang selalu ikhlas dalam segala masalah, yang selslu mengalah walaupun hak mereka dirampas, mereka masih bisa bersyukur karena masih banyak nikmat tuhan yang lain ada pada diri mereka. Di akherat mereka akan banyak mendapatkan keuntungan dan kebahagiaan siap menanti mereka. Mereka sadar arti hidup yang sebenarnya. Apa yang harus mereka pertanggung jawabkan, karena semua masalah sudah mereka selesaikan di dunia, yaitu mereka ikhlaskan semuanya kepada Allah, di akherat mereka tidak akan bersusah payah.

Mengenai masalah ini insya Allah akan disambung di lain waktu….





Amarah

15 05 2010

Marah itu sangat mudah menyusup di hati kita, apabila ada hal yang tidak kita sukai, terlebih bertentangan dengan nafsu kita, api kemarahan mulai berkobar dari kecil kian membesar. Terkadang kemarahan tidak terkeluarkan oleh orang tersebut dan hanya dipendam dalam hati, ataupun terkadang seseorang tidak sadar bahwa hatinya sedang dilanda api amarah. Memang, jika marah hanya dipendam dalam hati dan tidak dikeluarkan dengan kata-kata atau sikap, bahkan mulut seseorang tersebut masih bisa tersenyum, itu tidak akan menimbulkan masalah yang besar khususnya bagi orang lain, namun bagi dirinya sendiri ini sangat berbahaya. Kalau dia tidak bisa dengan segera untuk meredamnya sampai hilang kemarahannya, maka api kemarahan tersebut akan selalu bersemayam di hatinya dan akan membangkitkan penyakit hati lainnya seperti dendam dan dengki.

Oleh karena itu saudaraku, kita harus mengetahui dan mempelajari diri kita sendiri, saat kapankah api amarah akan berkobar di hati kita. Jika kita bisa mengetahui. Setidaknya sewaktu api amarah masih kecil sedang kita mengetahui bahaya amarah, kita dapat lebih mudah memadamkan api amarah tersebut ketimbang api amarah tersebut kian membesar dan membesar tentunya lebih sulit bagi kita untuk memadamkannya.





Jangan Marah

14 05 2010

Marah itu membuat hati rasa terbakar, memang marah itu panas rasanya, karena marah itu berasal dari api, namanya api amarah. Bila seseorang sedang dilanda kemarahan , maka marahnya tersebut membakar kebaikan-kebaikan yang dimiliki orang tersebut, bahkan mungkin semua kebaikan yang dimiliki orang tersebut akan hangus semuanya tiada sisa lagi. Hal ini bisa diibaratkan subuah rumah atau bangunan yang dihiasi oleh asesoris-asesoris yang indah, rumah yang tertata rapi dengan perabot-perabot yang bagus yang sedikit demi sedikit dikumpulkan oleh pemilik rumah dengan jerih payahnya bekerja hingga akhirnya dia bisa bisa membangun sebuah rumah idaman yang sangat indah. Tapi tiba-tiba ada bencana kebakaran yang terjadi karena keteledoran sang pemilik rumah, sehingga rumah dan semua harta habis hangus terbakar api, bahkan tiada ada harta benda yang terselamatkan. Semuanya habis dalam sekejap. Rumah yang dibangunnya selama ini dengan susah payah dan memakan waktu yang cukup lama akhirnya hancur hanya dengan sekejap mata. Begitulah perumpamaan orang yang marah. Yang lebih parah lagi orang yang marah tersebut sering tidak sadar bahwa segala kebaikan yang ada padanya hilang akibat kemarahannya tersebut.

Oleh karena itu saudaraku. Marikah kita kendalikan amarah kita dengan baik. Jangan jaduikan diri kita cepat pemarah. Kalau ada hal-hal yang menyebabkan kita marah, marilah kita bicara dengan hati kita, apakah keuntungan dari kita marah tersebut? tentunya hati kita kan menjawab: Keuntungannya sangat sedikit sekali bahkan nyaris tidak ada. Masalah tidak akan selesai dengan marah, bahkan kita tidak dapat berfikir secara optimal lagi karena fikiran kita sudah dikendalikan oleh marah tersebut. yang ada hanya emosi, rasa ego, merasa diri paling benar, dan sering terjadi marah malah melahirkan sifat tidak terpuji lainnya seperti dendam, dengki, hasad, yang pada akhirnya bukan hanya menghancurkan diri sendiri, namun bisa berakibat merugikan orang lain disekitarnya.

Memang mengendalikan amarah bukanlah perkara yang mudah. Tidak semua orang sama dalam menyikapi masalah ini, kadang-kadang muncul ucapan: “Lebih enak ngomong, coba praktikan kalau memang mudah!”. Ucapan tersebut tidak salah. Memang terkadang kalau kita menasihati orang yang lagi marah memang mudah, tapi jika kita sendiri yang sudah terjangkit marah, kita sudah melupakan nasihat-nasihat yang sudah pernah kita berikan kepada orang lain tentang jangan marah tersebut. Tapi ucapan diatas tidak sepenuhnya benar dan bahkan cenderung salah. Karena mengendalikan amarah ini sebenarnya mudah jika kita sendiri berkeyakinan mudah. Tanamkan benar-benar di dalam diri bahwa kita bukanlah orang yang pemarah. Kalau kita sudah beranggapan mengendalikan marah itu susah, ya pastinya kita selamanya dikendalikan oleh amarah tersebut.

Saudaraku, marilah kita tuntut ilmu mengenai penyakit-penyakit hati termasuk bahaya amarah, sehingga dengan ilmu tersebut kita lebih bisa mengendalikan amarah yang kita miliki. Marilah kita menjadi orang yang penyabar, sehingga hati kita menjadi sejuk, damai, tentram dan bahagia dalam keadaan apapun. Dengan sering latihan menahan amarah maka akhirnya kita akan menjadi orang yang tidak pemarah lagi. Mari kita redam api yang ada di hati kita ini, jangan sampai api tersebut tidak terkendalikan dan membakar diri kita sendiri. Banyak-banyaklah merenung wahai saudaraku, janganlah kita isi fikiran kita hanya dengan hayalan-hayalan yang tidak bermanfaat, lebih baik kita merenungi makna-makna dalam kehidupan ini.





Halo dunia!

12 05 2010

Pada hari ini tepat dihari ulang tahunku yang ke 27 yakni tanggal 12 Mei 2010 aku tertarik untuk menuangkan segala uneg-uneg yang ada dalam fikiran dan hatiku. Semoga apa yang ku tulis ini dan kedepannya bermanfaat bagi diriku sendiri dan bagi siapa saja yang membacanya. Tiada lain harapanku semoga tulisanku ini diridhoi oleh Allah SWT dan kedepannya bermanfaat untuk semuanya. Amin.