Buat Apa Mengeluh

1 06 2010

Kita sebagai manusia seringkali merasakan yang tidak kita inginkan seperti mendapatkan musibah, penyakit, kelelahan dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Dalam keadaan seperti itu seringkali pula kita mengeluh terhadap yang kita rasakan. Kadang-kadang kita menggerutu, bergumam, bahkan diungkapkan pada orang disekitar kita. Mengeluh sebenarnya tidak bedanya dengan marah, marah terhadap ketentuan yang ada, tidak puas dengan apa yang terjadi atau tidak sesuai dengan keingginan nafsunya.

Kalau ditelusuri lebih lanjut, seseorang yang mengeluh itu sebenarnya sedang marah terhadap Tuhannya, walaupun orang yang mengeluh itu terkadang tidak sadar akan hal itu, karena segala sesuatu itu telah digariskan oleh Sang Pencipta. Sungguh beraninya manusia marah dengan Tuhan, berapa besar kekuatan manusia untuk menandingi Tuhan?  Apakah dengan mengeluh segala sesuatu yang terjadi bisa berubah lebih baik? Atau malah membuat hati menjadi semakin tidak tenang atau terbakar api amarah?

Wahai kita semua, marilah kita latih diri untuk tidak mengeluh.Marilah kita ridho dengan ketentuan Tuhan agar Tuhan juga meridhoi kita.

Iklan




Jangan Marah

14 05 2010

Marah itu membuat hati rasa terbakar, memang marah itu panas rasanya, karena marah itu berasal dari api, namanya api amarah. Bila seseorang sedang dilanda kemarahan , maka marahnya tersebut membakar kebaikan-kebaikan yang dimiliki orang tersebut, bahkan mungkin semua kebaikan yang dimiliki orang tersebut akan hangus semuanya tiada sisa lagi. Hal ini bisa diibaratkan subuah rumah atau bangunan yang dihiasi oleh asesoris-asesoris yang indah, rumah yang tertata rapi dengan perabot-perabot yang bagus yang sedikit demi sedikit dikumpulkan oleh pemilik rumah dengan jerih payahnya bekerja hingga akhirnya dia bisa bisa membangun sebuah rumah idaman yang sangat indah. Tapi tiba-tiba ada bencana kebakaran yang terjadi karena keteledoran sang pemilik rumah, sehingga rumah dan semua harta habis hangus terbakar api, bahkan tiada ada harta benda yang terselamatkan. Semuanya habis dalam sekejap. Rumah yang dibangunnya selama ini dengan susah payah dan memakan waktu yang cukup lama akhirnya hancur hanya dengan sekejap mata. Begitulah perumpamaan orang yang marah. Yang lebih parah lagi orang yang marah tersebut sering tidak sadar bahwa segala kebaikan yang ada padanya hilang akibat kemarahannya tersebut.

Oleh karena itu saudaraku. Marikah kita kendalikan amarah kita dengan baik. Jangan jaduikan diri kita cepat pemarah. Kalau ada hal-hal yang menyebabkan kita marah, marilah kita bicara dengan hati kita, apakah keuntungan dari kita marah tersebut? tentunya hati kita kan menjawab: Keuntungannya sangat sedikit sekali bahkan nyaris tidak ada. Masalah tidak akan selesai dengan marah, bahkan kita tidak dapat berfikir secara optimal lagi karena fikiran kita sudah dikendalikan oleh marah tersebut. yang ada hanya emosi, rasa ego, merasa diri paling benar, dan sering terjadi marah malah melahirkan sifat tidak terpuji lainnya seperti dendam, dengki, hasad, yang pada akhirnya bukan hanya menghancurkan diri sendiri, namun bisa berakibat merugikan orang lain disekitarnya.

Memang mengendalikan amarah bukanlah perkara yang mudah. Tidak semua orang sama dalam menyikapi masalah ini, kadang-kadang muncul ucapan: “Lebih enak ngomong, coba praktikan kalau memang mudah!”. Ucapan tersebut tidak salah. Memang terkadang kalau kita menasihati orang yang lagi marah memang mudah, tapi jika kita sendiri yang sudah terjangkit marah, kita sudah melupakan nasihat-nasihat yang sudah pernah kita berikan kepada orang lain tentang jangan marah tersebut. Tapi ucapan diatas tidak sepenuhnya benar dan bahkan cenderung salah. Karena mengendalikan amarah ini sebenarnya mudah jika kita sendiri berkeyakinan mudah. Tanamkan benar-benar di dalam diri bahwa kita bukanlah orang yang pemarah. Kalau kita sudah beranggapan mengendalikan marah itu susah, ya pastinya kita selamanya dikendalikan oleh amarah tersebut.

Saudaraku, marilah kita tuntut ilmu mengenai penyakit-penyakit hati termasuk bahaya amarah, sehingga dengan ilmu tersebut kita lebih bisa mengendalikan amarah yang kita miliki. Marilah kita menjadi orang yang penyabar, sehingga hati kita menjadi sejuk, damai, tentram dan bahagia dalam keadaan apapun. Dengan sering latihan menahan amarah maka akhirnya kita akan menjadi orang yang tidak pemarah lagi. Mari kita redam api yang ada di hati kita ini, jangan sampai api tersebut tidak terkendalikan dan membakar diri kita sendiri. Banyak-banyaklah merenung wahai saudaraku, janganlah kita isi fikiran kita hanya dengan hayalan-hayalan yang tidak bermanfaat, lebih baik kita merenungi makna-makna dalam kehidupan ini.